Senin, 06 April 2009

Networking : Pengenalan Jaringan Komputer (2)

OK, sekarang kita lanjutkan belajar jaringan. Kita langsung aja disini akan dibahas Media transmisi dan cara penghitungan IP address

Media transmisi

Media transmisi dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Guided yaitu kabel
2. Unguided yaitu atmosfer



Media transmisi



Pertama kita lihat dulu guided, media ini lebih menekankan pada medium yang digunakan untuk menentukan batas transmisi. Yang termasuk dalam guided yaitu :
1. Twisted pair (TP) terdapat UTP(unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair). Untuk UTP dibedakan menjadi 3 kategori yaitu
a. kategori 3 mencapai 16 MHz (jumlah lilitan 3-4 per foot)
b. kategori 4 mencapai 20 MHz
c. kategori 5 mencapai 100 MHz (jumlah lilitan 3-4 lilitan per inci)

2. Coaxial, ada 4 buah jenis kabel coaial :
a. RG 8 (10 base 5)
b. RG 58A/U (10 base 2)
c. RG -59/U (kabel TV)
d. RG 63/U (ARCNet)
Berdasarkan tipe signal kabel coaxial dibedakan 3 kelompok
a. Baseband coaxial untuk signal digital
b. Broadband coaxial untuk signal analog
c. Carrierband coaxial untuk signal analog satu channel

3. Fiber Optic
Merupakan medium yang dapat menghantarka sinar. Keunggulan yg diperoleh antara lain :
a. ringan karena ukurannya yang sangat kecil antara 2 - 125 mikromili)
b. menghemat repeater karena dapat mencapai jarak 30 km
c. sangat sulit disadap
d. dapat menangani bandwith dalam jumlah yang sangat besar.

Yang termasuk dalam unguided yaitu :
1. Microwave merupakan high-end dari radio frequensi
2. infra merah menggunakan receiver yang memodulasi noncoheren sinar infra merah dan harus dalam bentuk garis lurus atau melalui pantulan permukaan warna yang bercahaya.

Pengalamatan IP (internet Protokol)

IP memiliki panjang 32 bit dan bekerja pada layer network
1. tipe alamat yang dapat diisikan pada fiel source address dan destination address adalah :
a. unicast : satu interface untuk satu system
b. multicast : bisa lebih dari satu interface
c. broadcast : mempresentasikan semua interface pada semua host

2. Aturan dasar network ID dan host ID :
a. network ID dan host ID tidak boleh 0
b. host ID harus unik dalam satu jaringan jd tidak boleh sama gitu…
c. network ID tidak boleh sama dengan 127

3. Alamat IP dibagi menjadi beberapa kelas yaitu
a. Class A, dpt menampung 16 juta host
b. Class B, dpt menampung 65 ribu host
c. Class C, dpt menampung 256 host
d. Class D, untuk multicasting
e. Class E

4. IP menggunakan protocol ARP untuk memetakan antara IP dengan MAC (medium acces control).

Cara menghitung IP
Sekarang kita akan belajar menghitung IP : pertama siapkan calculator. Buka kalkulator di computer yang pasti setingnya scientific…! Penjelasannya langsung dengan contoh aja biar gampang OK
Contoh :
IP yang akan diteliti : 148.58.178.30 dengan nilai binernya (klo belum tau caranya ketik satu satu mulai dari 148 terus pilih bin, akan muncul angka 10010100, bgt seterusnya) didapat : 10010100.00111010.10110010.00011110 dng subnetmask 255.255.240.0

IP Adress 148.58.178.30 10010100.00111010.10110010.00011110
Subnet Mask 255.255.240.0 11111111.11111111.11110000.00000000

Hasil yang didapat dari perhitungan subnet mask adalah networkID, hostID dan jumlah host dalam 1 network, broadcasted maka didapat :

Network Addr 148.58.176.0 10010100.00111010.10110000.00000000
Broadcast Addr 148.58.191.255 10010100.00111010.10111111.11111111

Cara mendapatkan network address : lihat hasil biner IP address dan subnet mask, abaikan semua nilai 1 pada subnetmask, focus pada yg bernilai 0 dan ganti semua nilai IP address dengan nilai subnetmask yang bernilai 0, sehingga didapat nilai network 10010100.00111010.10110000.00000000 (atau 148.58.176.0 setelah di decimalkan)

Cara mendapatkan broadcast address : lihat hasil biner IP address dan subnet mask, focus pada subnetmask, balikkan semua nilai subnetmask dr 1 menjadi 0 maupun 0 menjadi 1.sehingga didapat 00000000.00000000.00001111.11111111.hasilnya :

IP Adress 148.58.178.30 10010100.00111010.10110010.00011110
Subnet Mask 00000000.00000000.00001111.11111111

Abaikan semua nilai 0 pada subnetmask, fokus pada nilai 1. ganti nilai IP address dengan nilai 1 pada subnet mask! Dan didapat :
10010100.00111010.10111111.11111111

atau bila di desimalkan nilainya 148.58.191.255. ya udah gitu aja....susah ngertinya ya...maklum bukan dosen. Ups...tp ada cara lain...! begini singkat aja biar artikelnya gak panjang .ok

contoh
IP addres 192.168. 1. 9
subnetmask 255.255.255.252

256 – 252 = 4 itu berarti nilai interval adalah 4 dan interval akan dimulai dari 0
0 – 3 (4 interval, dihitung mulai dr 0)
4 – 7
8 – 11
12 – 15 dst,(lanjutkan terus apabila belum menemukan nilai yg diharapkan misal contoh diatas adalah 9)
tp lihat pada nilai IP address nilai paling akhir adalah 9, dan lihat interval diatas angka 9 berada diantara 8 – 11 jadi nilai network addres dan broadcast addres :

network address 192.168.1.8
broadcast address 192.168.1.11

untuk nilai subnetmask yang lain, apabila tidak bernilai 255 maka bisa menggunakan cara cepat tsb. Kebetulan contoh diatas Cuma satu nilai yang bukan 255 jd Cuma perlu sekali perhitungan. Yang pasti nilai IP address berada di antara atau sama dengan network addres dan broadcast addres .

Walaagh...panjang banget jadinya...padahal sudah dibuat sesingkat mungkin, tp.....(harap maklum).


Comments :

0 komentar to “Networking : Pengenalan Jaringan Komputer (2)”

Posting Komentar

Pengunjung

Powered by  MyPagerank.Net Counter
Free Counter Add to Technorati Favorites
Dee Qiero's Profile
Dee Qiero's Facebook profile
Create Your Badge
 

Copyright © 2009 by dee-Q bLoG